Pemupukan Cengkeh

1. Gambaran umum tanaman cengkeh

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu komoditas pertanian tahunan yang masuk ategori tanaman penghasil minyak atsiri. Cengkeh atau cengkih merupakan tanaman asli nusantara. Tanaman ini berasal dari Pulau Maluku, kemudian menyebar di daratan Indonesia lainnya. Tanaman ini sudah dikenal dari jaman sebelum Indonesia merdeka dan menjadi komoditas unggulan yang diminati di banyak negara. Penggunaan Cengkeh untuk kehidupan manusia sangat luas, mulai dari bumbu sampai dengan personal care. Di Indonesia, wilayah dengan penghasil cengkeh diantaranya adalah Sulawesi (265.788 Ha – 46.2%), Jawa (135.826 Ha – 23.6%), Maluku (68.702 Ha – 12%).
Tanaman cengkeh termasuk tanaman yang memiliki persyaratan kondisi tumuh dan kembang yang spesifik.

 

2. Persyaratan tumbuh dan kembang

a. Iklim
Curah hujan yang optimal berkisar antara 1500- 2500 mm/ tahun atau 2500 – 3500 mm/ tahun dengan bulan kering < 2 bulan.
Intensitas penyinaran matahari 61% - 60% dengan suhu udara lingkungan sekitar 22 o C -28o C. Dan tidak ada angin kencang di sepanjang tahun.

b. Kondisi tanah (altitude dan jenis tanah)
Tanaman cengkeh dapat tumbuh dan berproduksi di tanah dengan ketinggian 0 -900 mdpl. Ketinggian optimal di antara 200 – 600 mdpl. Semakin tinggi datarannya ( > 900 mdpl), produksi bunga akan menurun, meskipun pertumbuhan vegetatif (batang dan daun) semakin rimbun.
Jenis tanah yang plaing sesuai adalah andosol, latosol, regosol dan podsolik merah. Lapisan olah tanah mencapai 1.5 m, memiliki kedalam air tanah > 3m dan tidak terdapat lapisan kedap air. Hal ini karena akar cengkeh berupa akar tajuk rambut.
Keasaman tanah (pH) menjadi faktor penting juga, kondisi idela di antara 5.5 – 6.5 pH. Kondisi tanah yg asam/ basa akan mengganggu proses penyerapan hara oleh akar tanaman, sehingga tumbuh dan kembang tanaman akan mengalami gangguan juga.

c.Varietas
Tergantung varietas dan fatkor lainnya, pohon cengkeh akan produktif sejak usia minimal enam tahun. Cengkeh muda itu bisa menghasilkan 20-50 kilogram cengkeh. Pohon akan berbuah banyak pada umur produktif 10-30 tahun, per pohon sekali petik bisa menghasilkan 350 kilogram.
Terdapat 4 varietas yang bisa dikembangkan di Indonesia, yaitu Zanzibar, Siputih, Ambon dan Zambon. Secara karakteristik umum, perbedaan tersebut tersaji sebagai berikut:

 

3. Identifikasi kebutuhan hara dan pemupukan pada tanaman cengkeh

Tujuan pemupukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sehingga secara bertahap kondisi tanaman akan pulih kembali dengan penutupan tajuk menjadi >80% dan produktifitas akan ikut meningkat juga. Sebelum dilakukan pemupukan, area dibawah tajuk sebaiknya dibersihkan dari gulma dan dilakukan penggemburan tanah di bawah tajuk daun tanaman.

Permasalahan utama dalam budidaya cengkeh di indonesia adalah umur tanaman dan pemeliharaan tanaman. Umur tanaman cengkeh di indonesia sebagian besar sudah > 20 tahun. Dan faktor pemeliharaan masih kurang, akan menambah potensi kerusakan tanaman cengkeh yang berlanjut pada penurunan produktifitas.
Salah satu faktor indikasi kesehatan tanaman cengkeh ada penutpan tajuk tanaman (postur ranting dan daun), hal ini karena tipe pembungaan cengkeh adalah tipe terminal (bunga akan muncul di ujung ranting). Jadi penutupan tajuk akan makin erat kaitannya dengan jumlah potensi bunga yang akan muncul. Penutupan tajuk akan dikelompokan jadi 3 :

  • Tanaman dengan penutupan tajuk <50%, masuk kategori sakit parah, akan butuh waktu dan biaya besar untuk memulihkan, pilihan jalan yang bisa dilakukan adalah peremajaan.
  • Tanaman dengan penutupan tajuk 50% – 80%, masuk kategori sakit ringan, akan bisa dipulihkan dengan rehabilitasi dan intensifikasi pemeliharaan.
  • Tanaman yang sehat akan memiliki penutupan tajuk > 80%. Kelompok ini akan diberi perlakuan dengan pemeliharaan normal.

 Kriteria penutupan tajuk tanaman cengkeh

4. Dosis pemupukan

Untuk pemupukan tanaman cengkeh, bisa memakai pupuk organik (kompos/ pupuk kandang) dan an-organik.

  • Pupuk Organik

Tujuan pemberian pupuk organik adalah untuk meningkatkan jumlah kandungan organik di tanah, memperbaiki kondisi/ sifat tanah dan jumlah hara yang dapat diserap tanaman. Dosis pemupukan dengan pupuk organik sebanyak 5-10 kg/ tanaman per tahun, diberikan 2 kali setahun dan pada saat penanaman.

  • Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik memiliki keunggulan di kandungan hara yang banyak dan cepat tersedia bagi tanaman. Pupuk ini akan berguna untuk pemupukan dengan tujuan rehabilitasi sampai dengan kontinuitas produksi. Jenis produknya meilupti pupuk tuggal (urea, RP, TSP, MOP Kieseirite, dll) dan pupuk majemuk (NPK). Pemupukan pada cengkeh akan dibagi berdasarkan fase pertumbuhan tanaman.

Pemupukan pada cengkeh akan dibagi berdasarkan fase pertumbuhan tanaman. 

  • Fase pertumbuhan / belum menghasilkan/ tanaman muda ( < 10 tahun)

 

  • Fase perkembangan / menghasilkan / tanaman dewasa (> 9 tahun)

 Penaburan pupuk akan diarea dibawah tajuk dengan pembagian sebagai berikut:

5. Sumber data


Puslitbang Perkebunan Departemen Pertanian (2010)