Pemupukan Kakao

A. Pemupukan kakao

 

I. Latar belakang

Salah satu faktor yang sangat penting supaya tanaman kakao berproduksi dengan baik ditentukan oleh faktor pupuk.  Pentingnya faktor pupuk, karena kakao baru akan menghasilkan bila dipupuk dengan benar pada umur 2,5-3 tahun setelah tanam dan membutuhkan biaya yang relativ besar dalam persatuan luasnya.

Jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman kakao adalah pupuk anorganik dan organic.

 

II. Analisa kebutuhan pupuk

Berdasarkan hasil analisis jaringan tanaman kakao pada beberapa tahap pertumbuhan, sekitar 200 kg N, 25 kg P, 300 kg Ca per hektar diperlukan untuk membentuk kerangka dan kanopi kakao sebelum tanaman belum berbuah.

 

Tabel 1. Kebutuhan unsur hara tanaman kakao per fase perkembangan;

 

Keterangan :      TBM       = tanaman belum menghasilkan (~3 tahun);

TM1       = tanaman menghasilkan tahun pertama;

TM         = tanaman menghasilkan.

 

Kehilangan unsur N, P, dan K karena terangkut oleh satu ton biji kakao setara dengan 42 – 50 kg urea, 43 – 48 kg TSP, 34 – 43 kg KCL, dan 20 kg kiserit. Sementara itu N, P dan K yang terangkut oleh kulit buah (13 ton kulit buah segar) satara dengan 33 – 37 kg urea, 20 – 25 kg TSP, 249 – 310 kg KCL, dan 22 kg kieserit.  

 

Tabel 2. Kehilangan unsur dari hasil tanaman kakao yang dipanen

 

 

Berdasarkan perhitungan kehilangan tersebut, jelas bahwa pengembalian kulit buah ke kebun dan pemupukan mempunyai peranan penting dalam mengurangi pengurasan unsur hara.

 

 

III. Rekomendasi pupuk untuk tanaman kakao

Rekomendasi pemupukan biasanya didasarkan pada fase perkembangan tanaman

 

Pemupukan dasar ;  pada saat persiapan lahan. Pupuk organic  dan pupuk dolomite/ kapur bisa diaplikasi disini, dgn tujuan untuk mengkondisikan tanah, supaya Ph jadi lebih netral, dan siap untuk ditanami. Ini hanya sekali saja selama masa berbudidaya kakao. Dosis pupuk organic bisa mencapai 20 kg per pohon per tahun (TM).

 

Pemupukan regular; memakai pupuk kimia anorganik untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman hingga mencapai hasil yang  diinginkan.

 

Tahapan pertumbuhan kakao ada 2, berdasarkan umur tanaman

1. Tanaman kakao belum menghasilkan (~ TBM; umur s.d 3 tahun), masa pembentukan batang, daun dan kanopi.

2. Tanaman kakao menghasilkan (TM); masa perkembangan tanaman sudah mulai berbunga dan berbuah. Pada tahun pertama biasanya masih belajar berbuah.  Disini ada TM1 (tahun pertama tanaman mulai menghasilkan (umur 3-4 tahun stlh tanam) dan TM (umur >4 tahun)

 

Tabel 3. Rekomendasi aplikasi pupuk tanaman kakao :

 

 

Metode pemupukan yang direkomendasikan adalah

-         sistem benam kantong/ pocket; untuk lahan miring, 6 titik lubang per pohon pada jarak 15-25 cm (TBM) dan 50-75 cm (TM) dari batang.

-         sistem tebar ; untuk lahan datar/ landau, pada jarak 15-25 cm (TBM) dan 50-75 cm dari batang.

 

Kebutuhan pupuk tanaman kakao  akan meningkat sesuai target produktifitasnya. Angka produktifitas tanaman kakao berkisar antara 0.5- 1 ton per Ha per tahun.

 

IV. Waktu pemupukan

Umumnya,  pemupukan dilakukan dengan melihat pola curah hujan dan fase perkembangan tanaman. Di Indonesia, secara umum bisa dua kali pemupukan dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.

 

Sumber :

______,1998, Pedoman Teknis Budi Daya Tanaman Kakao, Jember : Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao.

Prawoto AA, Martini E. 2014. Pedoman budi daya kakao pada kebun campur. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program.

Syukur SP, MP., 2010. Modul pemupukan kakao,Jambi, BPP Jambi.

______, Budi daya kakao, https://sawitwatch.or.id/download/manual%20dan%20modul/141_Budi%20Daya%20kakao.pdf

diakses tanggal 20 Maret 2017